Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Resep
BPOM ajak Universitas Tsinghua berkolaborasi kembangkan ATMP
BetFoodie Lidah Indonesia2026-03-04 15:08:39【Resep】367 orang sudah membaca
PerkenalanKepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar menyampaikan kuliah umum kepada mahasaisw

Beijing (ANTARA) - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar mengajak mahasiswa, peneliti, dan industri di Universitas Tsinghua, Beijing, China, berkolaborasi dalam pengembangan Produk Obat Terapi Lanjutan(Advanced Therapy Medicinal Products/ATMP) di Indonesia.
"Kami ingin mengembangkan sains dan teknologi ke tahap lebih besar melalui konsep ABG: akademia, bisnis, dan government.Universitas Tsinghua, sebagai salah satu kampus terbaik di China, bisa bekerja sama dengan BPOM, termasuk transfer teknologi untuk dikembangkan di Indonesia," kata Taruna kepada ANTARA, Selasa (4/11).
Pernyataan itu Taruna sampaikan usai memberikan kuliah umum berjudul Regulatory Policy and Advanced Therapy Medicinal Products (ATMP) and Strategies to Accelerate Access to Innovative Medicinesdi Tsinghua.
Kuliah umum tersebut dihadiri sekitar 150 mahasiswa, dosen, peneliti, dan pelaku usaha bidang kesehatan.
ATMP adalah produk medis berbasis sel atau jaringan yang digunakan untuk pengobatan, pencegahan, atau diagnosis penyakit. Produk ini meliputi terapi sel, terapi gen, dan rekayasa jaringan, termasuk stem cell, sekretom, dan terapi gen.
Taruna menekankan pentingnya uji klinis sebagai pintu masuk pengembangan ATMP.
"Uji klinis memastikan keamanan, kualitas, dan kemanfaatan produk. Uji pra-klinis dilakukan dulu pada hewan, baru manusia," jelasnya.
Ia menambahkan, uji klinis juga membuka peluang investasi, termasuk pembangunan pabrik obat di Indonesia, dan peserta uji klinis memperoleh kompensasi finansial. Bila lolos, BPOM akan menerbitkan izin edar sehingga produk bisa digunakan masyarakat.
Taruna menyebut, 94 persen bahan baku obat di Indonesia masih impor, terutama dari China dan India.
"Gangguan impor bisa menimbulkan krisis obat. ATMP berbasis biologi menjadi harapan baru, karena saat ini 65 persen obat berbasis biologi," kata Taruna.
BPOM telah mengatur ATMP melalui Peraturan BPOM Nomor 8 Tahun 2025 tentang Pedoman Penilaian Produk Terapi Advanced dan Peraturan Nomor 18 Tahun 2022 tentang Cara Pembuatan Obat Berbasis Sel dan Jaringan Manusia.
Produk yang mengalami manipulasi melebihi standar atau digunakan untuk tujuan non-homolog wajib mendapat izin edar BPOM.
Suka(6)
Sebelumnya: Perkuat kemitraan, ASEAN
Selanjutnya: KKP: 41 UPI masuk "Yellow List" bisa ekspor ke AS secara bersyarat
Artikel Terkait
- Nikmati menu sederhana, Diddyrayakan ulang tahun ke
- Kemenperin catat ragam komitmen investasi industri di World Expo Osaka
- Anggota DPR RI
- Rayakan 80 tahun perangi kelaparan, FAO gelar pameran global di Roma
- Perkuat kemitraan, ASEAN
- Penjualan bebas bea di pulau resor China naik selama libur Pekan Emas
- Pengelola SPPG di Lebak pasok bahan baku MBG dari luar
- Wamen PPPA harap hasil kebun di Gorontalo bisa dukung program MBG
- BPOM respon sirop obat dari India diduga ber
- Pesawat Smart Air tergelincir di Papua Pegunungan
Resep Populer
Rekomendasi

Makanan dan minuman sehat yang bisa membantu menambah tinggi badan

Mensos ngak ingin terjadi perundungan di Sekolah Rakyat

Kemendag: Perlakuan udang terkontaminasi radioaktif dibahas intensif

SPPG Kepri hentikan dua dapur MBG setelah hasil lab positif bakteri

Sinergi ekonomi syariah menyukseskan Makan Bergizi Gratis

Mesir kirim konvoi bantuan ke Gaza usai kesepakatan gencatan senjata

PBB sebut ratusan truk siap bawa bantuan besar

Mesir kirim konvoi bantuan ke Gaza usai kesepakatan gencatan senjata